ARTIKEL BIOKIMIA
‘’Nama-nama Alat Laboratorium serta fungsinya”
Disusun Oleh :
Nama : Agung Prestawan
NIM :
04.12.3388
Kelas : DKP/II
Kelompok : 11D
KONSENTRASI
SPESIALIS INTENSIVE CARE UNIT
PROGRAM
STUDI KEPERAWATAN
SEKOLAH
TINGG ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2013
Peralatan Laboratorium Biokimia
1. Tabung reaksi (test tube)
Tersedia berbagai ukuran tabung reaksi yang besarnya
ditentukan berdasarkan ukuran diameter. Berbagai macam ukuran tabung
reaksi adalah (10 x 75; 12 x 100; 16 x 150; 24 x 150) mm
Tabung reaksi berfungsi :
- Untuk tempat mereaksikan dua larutan / bahan kimia atau lebih
- Sebagai tempat pengembang- biakanan mikroba, misalnya pada pengujian penentuan jumlah bakteri.
Tabung reaksi dalam penggunaannya biasanya dibantu dengan
penjepit kayu untuk memudahkan pemanasan bahan yang direaksikan dan untuk
menghindari bahaya yang ditimbulkan dari reaksi.
2. Gelas kimia /gelas beker (beaker)
Tersedia berbagai ukuran gelas beker diantaranya: 50 ml, 100
ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, dan 2000 ml. Fungsi dari gelas beker diantaranya
adalah :
1.
Sebagai tempat mereaksikan bahan
kimia
2. Membuat larutan, untuk menempatkan larutan
3. Menampung bahan kimia berupa larutan,
padatan, pasta ataupun tepung
4. Melarutkan
bahan dan memanaskan bahan.
3. Erlenmeyer
Tersedia berbagai ukuran erlenmeyer diantaranya adalah :
(25, 50, 100, 200, 250, 300, 500, 1000, 2000, 3000, 5000) ml.
Fungsi tabung erlenmyer diantaranya adalah:
- Sebagai tempat mereaksikan bahan kimia
- Untuk menempatkan larutan yang akan dititrasi
- Sebagai wadah media untuk pertumbuhan mikrob
4. Gelas ukur (measuring cylinder)
Gelas ukur mempunyai bentuk seperti pipa yang mempunyai
kaki/ dudukan sehingga dapat ditegakkan. Pada bibir atas terdapat bibir tuang
untuk memudahkan dalam menuang larutan atau cairan. Gelas ukur terbuat dari
gelas, tetapi tersedia juga yang terbuat dari plastik tahan bahan kimia. Pada
badannya terdapat skala dan di bagian atas terdapat tulisan yang menyatakan
kapasitas gelas ukur tersebut. Alat ini digunakan untuk mengukur suatu
larutan dengan volume tertentu yang tidak memerlukan ketelitian tingkat tinggi.
Kapasitas yang tersedia:
|
No.
|
Kapasitas (mL)
|
Sub Skala (mL)
|
Toleransi ± mL
|
|
1
|
5
|
0,1
|
0,1
|
|
2
|
10
|
0,2
|
0,2
|
|
3
|
25
|
0,5
|
0,5
|
|
4
|
50
|
1,0
|
1,0
|
|
5
|
100
|
1,0
|
1,0
|
|
6
|
250
|
2,0
|
2,0
|
|
7
|
500
|
5,0
|
5,0
|
|
8
|
1000
|
10,0
|
10,0
|
|
9
|
2000
|
20,0
|
20,0
|
5. Labu ukur (volumetric flask)
Tersedia dalam berbagai ukuran : 25ml, 50 ml, 100 ml, 250
ml, 500 ml, 1000 ml, 2000 ml.
Kegunaan : untuk mengencerkan larutan dengan volume
tertentu, dimana alat ini mempunyai ketelitian lebih tinggi dari pada gelas
ukur dan gelas beker
6. Corong pemisah (separator funnel)
Tersedia berbagai ukuran corong pemisah diantaranya adalah :
250 ml, 500 ml dan 1000 ml. Corong pemisah berfungsi untuk memisahkan cairan
atau pasta dari dua campuran atau lebih yang berbeda berat jenisnya. Dalam
penggunaannya corong pemisah biasanya ditempatkan pada ring besi yang dipasang
pada statif.
7. Labu distilasi (distillation flask).
Distilasi adalah metode pemisahan campuran berdasarkan
perbedaan volatilitas komponen dalam campuran cairan mendidih. Distilasi adalah
unit operasi, atau proses pemisahan fisik, dan bukan reaksi kimia.
Komersial, distilasi memiliki sejumlah aplikasi. Hal ini
digunakan untuk memisahkan minyak mentah menjadi fraksi yang lebih untuk
menggunakan spesifik seperti pembangkit transportasi, listrik dan pemanas. Air
suling untuk menghilangkan kotoran, seperti garam dari air laut. Air suling
untuk memisahkan komponen-terutama oksigen, nitrogen, dan argon-untuk keperluan
industri. Penyulingan solusi fermentasi telah digunakan sejak zaman kuno untuk
menghasilkan minuman suling dengan kadar alkohol yang lebih tinggi. Tempat di
mana distilasi dilakukan, terutama distilasi alkohol, dikenal sebagai
penyulingan.
Bahan borosilikat. Berlengan, kapasitas 125, dilengkapi
karet penutup berlubang kira-kira 6 mm.
Kegunaan : Untuk wadah zat yang akan mengalami proses
distilasi.
Borosilikat
- 70 % s/d 80 % (SiO2)
- 7 % s/d 13 % (B2O3)
- 4 % s/d 8 % Na2O atau K2O)
- 2 % s/d 7 % (Al2O3)
- 0 % s/d 5 % (CaO atau MgO)
8. Pipet tetes (dropper disposable pipet)
Tersedia hanya satu jenis pipet tetes. Pipet tetes berfungsi
untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam
jumlah yang sangat kecil dari tetes demi tetes. Hal ini penting terutama dalam
membantu menepatkan pengukuran larutan dan pada waktu pengenceran.
9. Pipet Volume (Pipette Volumetric)
Tersedia dalam berbagai ukuran : 1 ml, 2 ml, 5 ml, 10 ml, 25
ml, 50 ml
Kegunaan : untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan
mempunyai ketelitian lebih tinggi dari pada gelas ukur.
Sering juga disebut dengan pipet gondok, karena adanya
temboloknya.
10. Pipet Ukur (Measuring Pipette)
Tersedia dalam berbagai ukuran missal : 5 ml, 10ml, 25 ml
Kegunaan : untuk mengambil larutan dengan volume tertentu
dan mempunyai ketelitian lebih tinggi dari pada gelas ukur.
11. Kaca arloji (watch glass)
Tersedia beberapa ukuran kaca arloji yang ditunjukkan oleh
garis tengahnya, misalmua 76 mm, 100 mm, 150 mm.
Fungsi kaca arloji adalah :
- sebagai tempat menimbang bahan berupa padatan atau pasta,
- menutup wadah saat proses penguapan atau pemanasan.
- Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator
12. Kawat ose / kawat nicrom
Diameter 0.5 mm, panjang: 150 mm, Tangkai pemegang: gelas.
Kegunaan : Untuk megnidentifikasi zat dengan cara uji nyala
Untuk mengambil bakteri dan menanam bakteri di media tanam.
Kegunaan : Untuk megnidentifikasi zat dengan cara uji nyala
Untuk mengambil bakteri dan menanam bakteri di media tanam.
Contoh warna nyala unsur natrium
13. Cawan petri (petri dish)
Cawan petri : berbentuk seperti gelas kimia yang berdinding
sangat rendah. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas. Cawan petri selalu
berpasangan, yang lebih besar sebagai tutup, yang lebih kecil sebagai wadah.
Fungsinya :
- sebagai wadah menimbang
- menyimpan bahan kimia
- membantu menumbuhkan mikroha pada analisa mikrobiologi
14. Termometer air raksa dan termometer alkohol,
Berguna untuk mengukur suhu larutan.
15. Buret
Tersedia dalam berbagai ukuran missal : 10ml, 25 ml, 50 ml
Kegunaan : Menempatkan larutan tertentu yang akan digunakan
untuk titrasi. Pada prinsipnya buret juga merupakan alat ukur.
16. Bunsen spiritus/Lampu
spiritus/pemanas spiritus,
Berguna untuk membakar/reaksi dengan pemanasan.
17. Corong (funnel)
Tersedia berbagai ukuran corong gelas diantaranya adalah
kecil, sedang dan besar. Corong gelas berfungsi untuk membantu
memindahkan larutan dari wadah yang satu ke wadah yang lain terutama yang
bermulut kecil. Corong gelas kecil digunakan untuk memindahkan larutan kurang dari
100 ml, sedangkan corong sedang untuk 100-500 ml dan yang besar untuk larutan
larutan yang lebih dari 500ml. Disamping untuk membantu memindahkan larutan
dari wadah yang satu ke wadah yang lain corong gelas digunakan pula untuk
membantu proses penyaringan khususnya untuk menaruh kertas saring.
19. Desikator (desiccator)
Desikator berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya
diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin
karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam desikator : desikator biasa dan vakum.
Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang
dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa digunakan adalah
silika gel.
Fungsi :
a. Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air
b. Mengeringkan padatan
Fungsi :
a. Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air
b. Mengeringkan padatan
20. Piknometer,
Terdapat beberapa macam ukuran dari piknometer, antara lain
: 10 ml, 25 ml, 50 ml dan 100 ml, dimana nilai volume ini valid pada
temperature yang tertera pada piknometer tersebut.
Piknometer berguna untuk mengukur nilai massa jenis atau
densitas fluida.
21. Erlenmeyer berlengan / Erlenmeyer Buchner
Alat ini berupa gelas yang diameternya semakin ke atas
semakin mengecil, ada lubang kecil yang dapat dihubungkan dengan selang ke
pompa vakum. Terbuat dari kaca tebal yang dapat menahan tekanan sampai 5 atm.
Ukurannya mulai dari 100 mL hingga 2 L. Dipakai untuk menampung cairan hasil
filtrasi.
Cara menggunakannya :
Diawali dengan memasang corong Buchner di leher labu, pasang selang yang tersambung ke pompa vakum pada bagian yang menonjol.
Cara menggunakannya :
Diawali dengan memasang corong Buchner di leher labu, pasang selang yang tersambung ke pompa vakum pada bagian yang menonjol.
22. Mikroskop.
Mikroskop adalah alat yang bisa kita pakai untuk melihat,
atau mengenali benda-benda renik yang terlihat sangat kecil menjadi lebih besar
dari aslinya, sehingga kita bisa meng-identifikasi benda tersebut dengan lebih
tepat.
Banyak sekali jenis mikroskop yang ada sekarang ini, mulai
dari yang paling sederhana sampai pada mikroskop elektron
yaiut sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran
objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statis dan elektro
magnetis untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki
kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada
mikroskop cahaya.
berikut adalah bagian-bagian mikroskop seperti yang biasa
kita pakai di laboratorium :
No comments:
Post a Comment