Makalah
ilmu keprawatan dasar
“Luka
bakar”
![]() |
Di susun oleh :
DI SUSUN OLEH:
Nama : AGUNG PRESTAWAN
Kelas
: D
Semestes : 2
KONSENTRASI INTALASI GAWAT
DARURAT
PRODI STUDY ILMU KEPRAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2013
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahirabbilalamin,
banyak nikmat yang Allah berikan. Segala
puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat,
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan judul”luka
bakar”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari
berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang telah bekertjasama dalam menyeleseikan
makalah ini. Dari sinilah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa
memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar makalah
ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini
bermanfaat bagi semua pembaca.
Yogyakarta,
14 Desember 2012
Penyusun
AGUNG
PRESTAWAN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATARBELAKANG
Kulit adalah organ tubuh terluas yang menutupi otot
dan mempunyai fungsi sebagai pelindung tubuh dan berbagai trauma ataupun
masuknya bakteri, kulit juga mempunyai fungsi utama reseptor yaitu untuk
mengindera suhu, perasaan nyeri, sentuhan ringan dan tekanan, pada bagian
stratum korneum mempunyai kemampuan menyerap air sehingga dengan demikian
mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan dan mempertahankan
kelembaban dalam jaringan subkutan.
Tubuh secara terus menerus akan menghasilkan panas sebagai hasil
metabolisme makanan yang memproduksi energi, panas ini akan hilang melalui
kulit, selain itu kulit yang terpapar sinar ultraviolet dapat mengubah
substansi yang diperlukan untuk mensintesis vitamin D. kulit tersusun atas 3
lapisan utama yaitu epidermis, dermis dan jaringan subkutan.
a)
Lapisan epidermis, terdiri atas:
- Stratum korneum, selnya sudah mati, tidak mempunyai inti sel, inti selnya
sudah mati dan mengandung keratin, suatu protein fibrosa tidak larut yang membentuk
barier terluar kulit dan mempunyai kapasitas untuk mengusir patogen dan
mencegah kehilangan cairan berlebihan dari tubuh.
-
Stratum lusidum. Selnya pipih, lapisan ini hanya terdapat pada telapak
tangan dan telapak kaki.
-
Stratum granulosum, stratum ini terdiri dari sel-sel pipi seperti kumparan,
sel-sel tersebut terdapat hanya 2-3 lapis yang sejajar dengan permukaan kulit.
-
Stratum spinosum/stratum akantosum. Lapisan ini merupakan lapisan yang
paling tebal dan terdiri dari 5-8 lapisan. Sel-selnya terdiri dari sel yang
bentuknya poligonal (banyak sudut dan mempunyai tanduk).
-
Stratum basal/germinatum. Disebut stratum basal karena sel-selnya terletak
di bagian basal/basis, stratum basal menggantikan sel-sel yang di atasnya dan
merupakan sel-sel induk.
b)
Lapisan dermis terbagi menjadi dua yaitu:
- Bagian atas, pars papilaris (stratum papilaris)
Lapisan ini berada langsung di bawah epidermis dan tersusun dari sel-sel
fibroblas yang menghasilkan salah satu bentuk kolagen.
-
Bagian bawah, pars retikularis (stratum retikularis).
Lapisan ini terletak
di bawah lapisan papilaris dan juga memproduksi kolagen.
Dermis juga tersusun dari pembuluh darah serta limfe, serabut saraf,
kelenjar keringat serta sebasea dan akar rambut.
c)
Jaringan subkutan atau hipodermis
Merupakan lapisan kulit yang terdalam. Lapisan ini terutamanya adalah
jaringan adipose yang memberikan bantalan antara lapisan kulit dan struktur
internal seperti otot dan tu lang. Jaringan subkutan dan jumlah deposit lemak
merupakan faktor penting dalam pengaturan suhu tubuh.
Serius Ns :
A, Obat luka bakarsecara
tradisional.
Gejala dan Penyebab Luka Bkar “.Luka bakar merupakan jenis
luka, kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber panas
ataupun suhu dingin yang tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi
dan friksi. Jenis luka dapat beraneka ragam dan memiliki penanganan yang
berbeda tergantung jenis jaringan yang terkena luka bakar, tingkat keparahan,
dan komplikasi yang terjadi akibat luka tersebut. Luka bakar dapat merusak
jaringan otot, tulang, pembuluh darah dan jaringan epidermal yang mengakibatkan
kerusakan yang berada di tempat yang lebih dalam dari akhir dari system refrensi.
Obat Tradisional Luka Bakar - Dalam pengobatan luka bakar kami mempunyai solusi pengobatan luka bakar yaitu dengan Jelly Gamat Luxor ialah obat luka bakar yang terbuat dari ekstrak gamat atau teripang yang berhasiat mengobati dan menyembuhkan luka bakar, luka bekas tersiram minyak panas atau air panas, patah tulang, ataupun luka bakar terkena knalpot, jeli gamat luxor juga dapat menghaluskan kulit wajah dari bekas jerawat. Menurut pendapat dr Dendi Sudiono SpKK, dia adalah spesialis kulit dan kelamin, menurut beliau Untuk mengatasi luka bakar diperlukan bahan-bahan yang mengandung banyak kolagen. Karena Sejatinya kulit kita mempunyai senyawa kolagen. Senyawa itu terbentuk dari jaringan serabut elastin dan serabut kolagen. Keduanya bahu-membahu, saling mengisi, dan membuat keras serta kencang lapisan kulit bagian atas. Selain itu, kolagen juga menyumpal bagian permukaan kulit yang tak merata, termasuk keriput serta kulit bekas jerawat.
Obat Tradisional Luka Bakar - Dalam pengobatan luka bakar kami mempunyai solusi pengobatan luka bakar yaitu dengan Jelly Gamat Luxor ialah obat luka bakar yang terbuat dari ekstrak gamat atau teripang yang berhasiat mengobati dan menyembuhkan luka bakar, luka bekas tersiram minyak panas atau air panas, patah tulang, ataupun luka bakar terkena knalpot, jeli gamat luxor juga dapat menghaluskan kulit wajah dari bekas jerawat. Menurut pendapat dr Dendi Sudiono SpKK, dia adalah spesialis kulit dan kelamin, menurut beliau Untuk mengatasi luka bakar diperlukan bahan-bahan yang mengandung banyak kolagen. Karena Sejatinya kulit kita mempunyai senyawa kolagen. Senyawa itu terbentuk dari jaringan serabut elastin dan serabut kolagen. Keduanya bahu-membahu, saling mengisi, dan membuat keras serta kencang lapisan kulit bagian atas. Selain itu, kolagen juga menyumpal bagian permukaan kulit yang tak merata, termasuk keriput serta kulit bekas jerawat.
Sekilas Tentang Luka Bakar
Obat Tradisional Luka Bakar
– “ Cara Mengobati Luka Bakar “ merupakan jenis luka, kerusakan
jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber panas ataupun suhu
dingin yang tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi dan friksi.
Jenis luka dapat beraneka ragam dan memiliki penanganan yang berbeda tergantung
jenis jaringan yang terkena luka bakar, tingkat keparahan, dan komplikasi yang
terjadi akibat luka tersebut. Luka bakar dapat merusak jaringan otot,
tulang, pembuluh darah dan jaringan epidermal yang mengakibatkan kerusakan yang
berada di tempat yang lebih dalam dari akhir sistem persarafan. Seorang korban
luka bakar dapat mengalami berbagai macam komplikasi yang fatal termasuk
diantaranya kondisi shock, infeksi, ketidak seimbangan elektrolit (inbalance
elektrolit) dan masalah distress pernapasan.
B. Tindakan medis
Memberikan support metabolikMempertahankan nutrisi yang adekuat selama fase akut dalamluka bakar adalah penting dalam membantu penyembuhan luka dan pengontrolan infeksi. BMR bisa meningkat 40-100% lebih tinggi dibandingkan normal, tergantung luasnya luka. Pemberian nutrisi yang agresiv dibutuhkan untuk menangani peningkatan kebutuhan energi untuk membantu penyembuhan dan mencegah efek katabolisme yang tidak diinginkan.
Meminimalisir nyeri
Nyeri adalah masalah yang signifikan selama klien dirawat di rumah sakit. Selama fase akut, dilakukan percobaan untuk menemukan kombinasi medikasi dan intervensi yang tepat untuk meminimalisir ketidaknyamanan dan nyeri yang berhubungan dengan luka.
Perawatan luka
Pembersihan luka. Hidroterapi tetap menjadi pilihan utama dalam penangan luka bakar untuk membersihkan lukanya. Caranya adalah dengan pencelupan, penyiraman atau penyemprotan. Sesi 30 menit atau kurang hidroterapi optimal untuk klien dengan luka bakar akut. Waktu yang lebih lama dapat meningkatkan kehilangan sodium melalui luka bakar dan dapat menyebabkan kehilangan panas, nyeri dan stress. Selama hydroterapi, luka dicuci dengan salah satu jenis larutan. Perawatan dilakukan untuk meminimalisisr perdarahan dan mempertahankan temperatur tubuh selama prosedur. Klien yang tidak dapat diikutkan hydroterapi adalah mereka yang hemodinamiknya tidak stabil dan mereka yang menjalankan cangkok kulit. Jika hydroterapi tidak digunakan, luka dibersihkan ketika klien di atas tempat tidur dan sebelum pemberian antimicrobial agent.
Debridement. Debridement luka bakar adalah pengangkatan eschar. Debridemen luka bakar dilakukan melaluii cara mekanik, enxzimatik, dan bedah. Mekanikal debridemen dapat dilakukan dengan penggunaan gunting dan forcep dengan hati-hati untuk mengangkat dan menghilangkan eschar yang sudah mudah terlepas. Penggantian balutan basah-kering adalah cara efektif debridemen yang lain.
Enzimatik debridemen adalah dengan pemberian protealitic dan fibrinolitik toikal pada luka bakar yang dapat memudahkan pelepasan eschar. Enzimatik debridemen tidak digunakan secara luas karena memiliki beberapa efek samping yang serius.
Surgical debridemen adalah tindakan eksisi eschr dan penutupan luka. Awal eksisi surgical dimulai selama minggu pertama setelah cedera, segera sesudah klien hamiknya stabil. Keuntungan dari eksisi segera adalah mobilisasi lebih cepat dan mengurangi lamanya waktu hospitalisasi. Kerugiannya adalah risiko mengeksisi jaringan viable yng dapat sembuh dengan sendirinya.
Pemberian antimikrobial topikal
Awal penanganan luka deep partial-thickness atau full thickness adalah dengan anti mikrobial. Obat ini diberikan 1-2 kali setelah pembersihan, debridemen, dan inspeksi luka. Perawat mengkaji untuk pelepasan eschar, adanya granulasi atau reepitelisasi jaringan, dan manifestasi infeksi. Luka bakar diobati dengan teknik balutan terutup atau terbuka. Untuk metode terbuka, antimikrobial diolesi dengan tangan yang bersarung tangan dan luka dibiarkan terbuka tanpa dibalut. Keuntungannya adalah memudahkan untuk melihat luka, lebih bebas untuk bergerak, dan lebih mudah dalm melakukan perawatan luka. Kerugiannya diantaranya adalah peningkatan risiko hipotermia karena terekspos. Pada metode tertutup, balutan diberikan antimikrobial kemudian digunakan untuk menutup luka. Keuntungannya adalah menurunkan evaporasi cairan dan kehilangan panas dari permukaan luka. Selain itu, balutan dapat membantu dalam debridemen. Kerugiannya adalah mobilitas terbatas dan berpotensi untuk penurunan keefektifan latihan ROM. Pengkajian luka juga jadi terbatas hanya padasaat penggantian balutan dilakukan
BAB
II
LANDASAN TEORI
Pengertian Transkultural
Bila ditinjau dari makna kata ,
transkultural berasal dari kata trans dan culture, Trans berarti aluar
perpindahan , jalan lintas atau penghubung.Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia; trans berarti melintang , melintas , menembus , melalui Cultur berarti budaya . Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia kultur berarti kebudayaan , cara pemeliharaan , pembudidayaan.
- Kepercayaan , nilai – nilai dan pola perilaku yang umum berlaku bagi suatu kelompok dan diteruskan pada generasi berikutnya , sedangkan cultural berarti : Sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan. Budaya sendiri berarti : akal budi , hasil dan adat istiadat.Dan kebudayaan berarti
- Hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia seperti kepercayaan , kesenian dan adatistiadat.
- Keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk menjadi pedomantingkahlakunyaJadi,transkultural dapat diartikan sebagai :
- Lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang satu mempengaruhi budaya yang
lain
- Pertemuan kedua nilai – nilai budaya yang berbeda melalui proses interaksi sosial
- Transcultural Nursing merupakan suatu area kajian ilmiah yang berkaitan dengan perbedaan maupun kesamaan nilai– nilai budaya ( nilai budaya yang berbeda , ras , yang mempengaruhi pada seorang perawat saat melakukan asuhan keperawatan kepada klien / pasien ). Menurut Leininger(1991).
- Kepercayaan , nilai – nilai dan pola perilaku yang umum berlaku bagi suatu kelompok dan diteruskan pada generasi berikutnya , sedangkan cultural berarti : Sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan. Budaya sendiri berarti : akal budi , hasil dan adat istiadat.Dan kebudayaan berarti
- Hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia seperti kepercayaan , kesenian dan adatistiadat.
- Keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk menjadi pedomantingkahlakunyaJadi,transkultural dapat diartikan sebagai :
- Lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang satu mempengaruhi budaya yang
lain
- Pertemuan kedua nilai – nilai budaya yang berbeda melalui proses interaksi sosial
- Transcultural Nursing merupakan suatu area kajian ilmiah yang berkaitan dengan perbedaan maupun kesamaan nilai– nilai budaya ( nilai budaya yang berbeda , ras , yang mempengaruhi pada seorang perawat saat melakukan asuhan keperawatan kepada klien / pasien ). Menurut Leininger(1991).
Konsep dalam Transcultural Nursing
1. Budaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang
dipelajari, dan dibagi serta memberi petunjuk dalam berfikir, bertindak dan
mengambil keputusan.
2. Nilai budaya adalah keinginan individu atau tindakan yang lebih diinginkan
atau sesuatu tindakan yang dipertahankan pada suatu waktu tertentu dan
melandasi tindakan dan keputusan.
3. Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk yang
optimal daei pemberian asuhan keperawatan, mengacu pada kemungkinan
variasi pendekatan keperawatan yang dibutuhkan untuk memberikan asuhan
budaya yang menghargai nilai budaya individu, kepercayaan dan tindakan
termasuk kepekaan terhadap lingkungan dari individu yang datang dan
individu yang mungkin kembali lagi (Leininger, 1985).
4. Etnosentris adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang menganggap
bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara budaya-budaya yang dimiliki
oleh orang lain.
5. Etnis berkaitan dengan manusia dari ras tertentu atau kelompok budaya yang
digolongkan menurut ciri-ciri dan kebiasaan yang lazim.
6. Ras adalah perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada
mendiskreditkan asal muasal manusia
7. Etnografi adalah ilmu yang mempelajari budaya. Pendekatan metodologi
pada penelitian etnografi memungkinkan perawat untuk mengembangkan
kesadaran yang tinggi pada perbedaan budaya setiap individu, menjelaskan
dasar observasi untuk mempelajari lingkungan dan orang-orang, dan saling
memberikan timbal balik diantara keduanya.
8. Care adalah fenomena yang berhubungan dengan bimbingan, bantuan,
dukungan perilaku pada individu, keluarga, kelompok dengan adanya kejadian
untuk memenuhi kebutuhan baik aktual maupun potensial untuk meningkatkan
kondisi dan kualitas kehidupan manusia.
9. Caring adalah tindakan langsung yang diarahkan untuk membimbing,
mendukung dan mengarahkan individu, keluarga atau kelompok pada keadaan
yang nyata atau antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi kehidupan
manusia.
10. Cultural Care berkenaan dengan kemampuan kognitif untuk mengetahui nilai,
kepercayaan dan pola ekspresi yang digunakan untuk mebimbing, mendukung
atau memberi kesempatan individu, keluarga atau kelompok untuk
mempertahankan kesehatan, sehat, berkembang dan bertahan hidup, hidup
dalam keterbatasan dan mencapai kematian dengan damai.
11. Culturtal imposition berkenaan dengan kecenderungan tenaga kesehatan
untuk memaksakan kepercayaan, praktik dan nilai diatas budaya orang lain
karena percaya bahwa ide yang dimiliki oleh perawat lebih tinggi daripada
kelompok lain.
Paradigma Transcultural Nursing
Leininger
(1985) mengartikan paradigma keperawatan transcultural sebagai
cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep dalam terlaksananya asuhan
keperawatan yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap empat konsep
sentral keperawatan yaitu : manusia, sehat, lingkungan dan keperawatan (Andrew
and Boyle, 1995).
cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep dalam terlaksananya asuhan
keperawatan yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap empat konsep
sentral keperawatan yaitu : manusia, sehat, lingkungan dan keperawatan (Andrew
and Boyle, 1995).
1. Manusia
Manusia adalah individu, keluarga atau kelompok yang memiliki nilai-nilai
dan norma-norma yang diyakini dan berguna untuk menetapkan pilihan dan
melakukan pilihan. Menurut Leininger (1984) manusia memiliki
kecenderungan untuk mempertahankan budayanya pada setiap saat dimanapun
dia berada (Geiger and Davidhizar, 1995).
2. Sehat
Kesehatan adalah keseluruhan aktifitas yang dimiliki klien dalam mengisi
kehidupannya, terletak pada rentang sehat sakit. Kesehatan merupakan suatu
keyakinan, nilai, pola kegiatan dalam konteks budaya yang digunakan untuk
menjaga dan memelihara keadaan seimbang/sehat yang dapat diobservasi
dalam aktivitas sehari-hari. Klien dan perawat mempunyai tujuan yang sama
yaitu ingin mempertahankan keadaan sehat dalam rentang sehat-sakit yang
adaptif (Andrew and Boyle, 1995).
3. Lingkungan
Lingkungan didefinisikan sebagai keseluruhan fenomena yang mempengaruhi
perkembangan, kepercayaan dan perilaku klien. Lingkungan dipandang
sebagai suatu totalitas kehidupan dimana klien dengan budayanya saling
berinteraksi. Terdapat tiga bentuk lingkungan yaitu : fisik, sosial dan simbolik.
Lingkungan fisik adalah lingkungan alam atau diciptakan oleh manusia seperti
daerah katulistiwa, pegunungan, pemukiman padat dan iklim seperti rumah di
daerah Eskimo yang hampir tertutup rapat karena tidak pernah ada matahari
sepanjang tahun. Lingkungan sosial adalah keseluruhan struktur sosial yang
berhubungan dengan sosialisasi individu, keluarga atau kelompok ke dalam
masyarakat yang lebih luas. Di dalam lingkungan sosial individu harus
mengikuti struktur dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan tersebut.
Lingkungan simbolik adalah keseluruhan bentuk dan simbol yang
menyebabkan individu atau kelompok merasa bersatu seperti musik, seni,
riwayat hidup, bahasa dan atribut yang digunakan.
4. Keperawatan
Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktik
keperawatan yang diberikan kepada klien sesuai dengan latar belakang
budayanya. Asuhan keperawatan ditujukan memnadirikan individu sesuai
dengan budaya klien. Strategi yang digunakan dalam asuhan keperawatan
adalah perlindungan/mempertahankan budaya, mengakomodasi/negoasiasi
budaya dan mengubah/mengganti budaya klien (Leininger, 1991).
BAB III
JURNAL DALAM BENTUK PDF
BAB VI
PEMBAHASAN
KASUS:
Tn. A, 31 tahun,
bekerja di sebuah perusahaan yang menggunakan tabung-
tabung kaca
untuk proses fermentasi. Saat bekerja, seperti biasanya, Tn. A,
menyalakan lilin
guna memanaskan suatu reaksi tertentu, tak diperkirakan
sebelumnya,
bahwa diatas meja kerja itu terdapat tabung fermentasi yang berisi
© 2004 Digitezed
by USU digital library 2fermentan dan terbuka, terjadilah ledakan yang begitu keras namun tidak sampai
menimbulkan
kebakaran hebat. Karena terkejutnya
Tn. A tak sadarkan diri, dan
menderita luka
bakar ringan pada kedua tangan dan kedua
lengan bawahnya. Oleh
teman sekerjanya
Tn. A dibawa ke klinik perusahaan (sudah dalam keadaan sadar),
guna memperoleh
pengobatan.
Di klinik
perusahaan oleh dokter jaga, dilakukan
pemeriksaan dengan
seksama,
selanjutnya semua luka yang ada diobati dan Tn. A diperbolehkan pulang,
dengan dibekali
surat dokter untuk istirahat di rumah. Namun Tn. A mengeluh, tidak
dapat mendengar
pada kedua telinga dan perasaan mendenging pada telinga kiri.
Kemudian dokter
melakukan pemeriksaan fisik pada telinga
dan didapatkan;
ferforasi
sentral, ukuran kecil, pada membrana tympani kanan, sedang membrana
tympani kiri terlihat
intak/utuh. Dilanjutkan pemeriksaan
dengan Pure Tone
Audiometri,
didapatkan; tuli berat pada kedua
telinga. Pemeriksaan Tympanometri
didapatkan;
flat/ datar (tipe B pada membrana tympani kanan, clan normal (tipe A)
pada membrana
tympani kiri.
Tingkat
pendengarannya dimonitor secara berkala,
clan temyata terjadi
pemulihan
setelah tiga hari kemudian, sementara itu luka
bakarya telah mulai
mengering. Tidak
dilakukan tindakan atau pengobatan khusus pada telinganya. Pada
pemeriksaan dua
setengah bulan kemudian, terjadi penutupan perforasi membrana
tympani kanan
dan pendengarannya kembali pulih sempurna.
LUKA
BAKAR RINGAN
dr. Dewi Haryanti K, SpBP
Pertama, tentukan
dulu derajat keparahan luka bakar.
Ditentukan dengan
derajat kedalaman, luas, area yang terkena, trauma penyerta, umur.
Derajat Luka Bakar
Derajat 1 Cuma
terkena di epidermis. Biasanya perih dan ga ada bula. Karena kulit masih
intak, biasanya ga didiagnosis. Cuma dikasih salep buat mengatasi nyeri.
Derajat 2, dibagi
jadi 2a superficial thicknes, 2b deep (epidermis dan 2/3 dermis). Di sini
udah ada bula. Bedanya, kalo bula dipecah dilihat di dasar luka. Kalo makin dalam
luka bakar, dasarnya akan makin memutih (merah muda). Biasanya nyerinya malah
makin berkurang.
Keduanya sama-sama
lembab.
Derajat 3. Kena di
seluruh lapisan kulit. Makin tidak nyeri karena end motor neuronnya udah
makin ga ada. Lukanya kering, bisa putih bisa hitam.
Kita ingat sturktur
kulit.
Makin dangkal
kedalaman luka, makin cepat sembuh. Karena masih ada epitelnya. Di sini yang
termasuk yaitu grade 1 dan 2a.
Karena bisa sembuh
sendiri, bisa didiamkan dulu sampai 1 minggu. Kalau udah 2b, harus ditutup.
Kalo 3 harus segera dirujuk.
cara mengobati luka bakar
Keberhasilan mengobati luka bakar tergantung pada seberapa cepat dan tepat cara penanganannya. Luka bakar adalah darurat medis, membutuhkan penanganan yang "cepat" dan "tepat" di tempat dan saat kejadian. Menunda penanganan membuat luka bakar berakibat lebih parah, dan penanganan yang tidak tepat juga memperburuk keadaan luka bakar. Yang dimaksud penanganan yang cepat adalah segera mendinginkan area luka bakar sesegera mungkin, menundanya hingga dilakukan penanganannya sampai di puskesmas atau rumah sakit membuat luka bakar menjadi lebih parah. Sedang yang dimaksud penanganan yang tepat adalah mendinginkan area luka bakar dengan air dingin(bukan air es), orang sering salah mendinginkan daerah luka bakar dengan kecap, pasta gigi, madu, dll. Kenapa hanya air? Karena penggunaan selain air pada luka bakar yang lebih dari kemerah-merahan, cenderung kehitam-hitam, akan menghasilkan gelembung. Sehingga ketika digunakan kecap/madu/pasta akan memperparah jaringan dibawah kulit dan menyulitkan untuk perawatannya(membersihkannya). Memang kalau hanya kemerahan bisa digunakan madu, kecap atau pasta. Tapi yang terbaik adalah air. Berikut cara mengobati luka bakar: Segera dinginkan daerah yang terbakar dengan air dingin selama + 20 menit. Jangan menyemprotkan luka bakar dengan air yang bertekanan tinggi, biarkan air mengalir di atas daereh yang terbakar selama Anda bisa. Luka bakar ringan dapat didinginkan dengan air keran di wastafel. Jangan gunakan es untuk mendinginkan luka bakar. Es dapat menyebabkan serangan dingin yang sangat cepat bila digunakan pada luka bakar karena kulit sudah rusak. Jika harus dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, pendinginan dengan lap basah yang bersih dapat dilakukan. Luka bakar harus dirawat di rumah sakit jika mengakibatkan kulit kehitaman dan muncul gelembung di kulit, di daerah wajah, kemaluan, semua kaki dan tangan, daerah di badan. Harus dirawat di rumah sakit karena luka bakar pada kategori ini dapat mengakibatkan syok karena rasa nyeri yang sangat akut dan berat, serta luka bakar yang terbuka kulitnya cenderung mengakibatkan terjadinya infeksi, Sehingga harus dirawat di rumah sakit. Luka bakar ringan dapat diobati dengan salep luka bakar. Salep harus yang bisa larut dalam air. Jangan memecahkan gelembung luka bakar, biarkan gelembung terserap dan hilang dengan sendirinya. Memecahkan gelembung hanya akan membuat luka jadi terbuka dan bisa terjadi infeksi sekunder. Lanjutkan pendinginan dengan air untuk membantu meredakan rasa sakit. Pereda Nyeri: Ponstan dapat digunakan untuk meredakan nyeri luka bakar ringan (biasanya kemerahan saja). Jika nyerinya lebih kuat, hubungi dokter atau pergi ke puskesmas |
|||
|
|
Dengan Lidah
Buaya Ternyata Bisa Untuk Mengobati Luka Bakar
Sekecil apapun, luka akan meninggalkan bekas bila
sudah terinfeksi. Penyebaran infeksi tersebut adalah melalui air, debu dan
kotoran, dimana ketiga hal ini mengandung bibit penyakit . Luka yang terinfeksi
biasanya akan merah meradang, bahkan akan melepuh bila lukanya tergolong berat,
dan yang paling fatal kulit akan menjadi gosong sehingga meninggalkan bekas.
Penanganan luka bakar berbeda dengan luka yang lainnya. Kesalahan terbesar
yang ada sampai saat ini adalah anggapan bahwa mengobati luka bakar dengan
mengoleskan odol merupakan sebuah solusi. Padahal itu sama sekali bukan solusi,
bukan penanganan yang tepat. Itu hanya akan memperburuk keadaanluka anda.
Dijamin, luka anda bakal melepuh dan akan lama untuk pulih kembali.
Kita tahu bahwa lidah buaya (aloe vera) adalah tumbuhan yang kaya akan
khasiat sebagai obat,kesehatan, juga untuk kecantikan. Lidah buaya terbukti
mengandung zat-zat penting seperti vitamin A, B1, B2, B3, B21, C, E, kolin,
inositol, dan asam folat. Namun apakah anda sudah tahu? Aloe vera / lidah buaya
bisa juga dipakai untuk mengobati luka bakar seperti terkena knalpot, terkena
minyak goreng panas, terkena sinar matahari yang terlalu lama, tersiram kuah
panas, dan lainnya.
Bagaimana caranya? Sangat mudah!
1. Ambil lidah buaya. Kita kupas kulit luar lidah buaya, buang. Karena yang berguna untukpengobatan luka bakar ini adalah bagian dagingnya (yang bening). Alternatif lain adalah dengan cara menumbuk buah lidah buaya tadi.
2. Tempelkan lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya ke bagian kulit anda dimana terdapat luka bakar. Untuk luka yang kegosong- gosongan akibat terkena sinar matahari, caranya sama. Tinggal oleskan saja dibagian yang dianggap gosong.
3. Tunggu sampai lukanya tidak melepuh
4. Jika sudah, lepas dan bersihkan lidah buaya dari kulit anda sampai bersih
1. Ambil lidah buaya. Kita kupas kulit luar lidah buaya, buang. Karena yang berguna untukpengobatan luka bakar ini adalah bagian dagingnya (yang bening). Alternatif lain adalah dengan cara menumbuk buah lidah buaya tadi.
2. Tempelkan lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya ke bagian kulit anda dimana terdapat luka bakar. Untuk luka yang kegosong- gosongan akibat terkena sinar matahari, caranya sama. Tinggal oleskan saja dibagian yang dianggap gosong.
3. Tunggu sampai lukanya tidak melepuh
4. Jika sudah, lepas dan bersihkan lidah buaya dari kulit anda sampai bersih
Demikian salah satu cara untuk mengobati luka bakar agar tidak berbekas. Ke
empat langkah diatas tidak termasuk untuk luka bakar yang mengenai bagian tubuh
secara meluas. Bilahal ini terjadi, maka memerlukan perawatan Rumah Sakit.
Ingat, jangan gunakan odol!
Luka Bakar Jangan Diolesi Odol
atau Minyak

Luka bakar bisa terjadi dimana saja mulai dari
terciprat minyak goreng hingga tersiram air panas. Banyak yang memakai odol
atau minyak untuk mengobatinya tapi ternyata cara itu salah. Bagaimana cara
mengatasi luka bakar yang benar?
Kulit yang terkena luka bakar biasanya terasa panas dan seperti orang
melepuh sehingga menimbulkan rasa tak nyaman di badan.
Masyarakat awam seringkali mengobati luka bakar dengan mengoleskan odol,
margarin atau minyak. Padahal hal tersebut tak diperbolehkan, karena itu
bukanlah pilihan yang benar.
“Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan
mengeluarkan cairan untuk mengobatinya,” ujar Elsya Ovihardini, Asisten Trainer
Medic One dalam acara Live Saver CPR Competency di Wisma GKBI, Jakarta,
Selasa(22/12/2009).
Elsya menambahkan saat terjadi luka bakar maka jaringan kulit akan rusak,
pengobatan yang paling baik adalah cukup dialirkan dengan air saja.
“Jika diolesi dengan odol atau margarin maka bisa menutupi kulit dan
menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh dan juga bisa menghambat
petugas medis untuk mengobati,” tambahnya.
Bila luka bakar yang dihasilkan kecil misal hanya terciprat minyak goreng,
maka setelah luka dibersihkan bisa diolesi dengan salep bakar disekitar kulit
yang terbakar. Tapi jika lukanya besar misal tersiram air panas maka setelah
dibersihkan harus dibawa kerumah sakit.
Sekali lagi, jika terjadi luka bakar hindari menggunakan odol atau
margarin. Tapi cukup bersihkan dengan air mengalir saja.
sumber: detikhealth
sumber: detikhealth
Khasiat Utama Lidah Buaya 
Lidah buaya atau Aloevera adalah salah
satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini
sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah
mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat
khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.
Dari sekitar 200 jenis
tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera
Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan
oleh tubuh. Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam
asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat
golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker,
antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan,
antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap
antibiotik.
Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa
kegunaan lidah buaya bagi tubuh manusia:
A. Sebagai antiinflamasi, lidah buaya
dapat membantu mengatasi luka bakar, digigit serangga atau masalah pencernaan.
Hal ini bisa diperoleh dengan cara meminum lidah buaya sebagai pengobatan
secara internal. Jus lidah buaya dipercaya dapat membantu mencegah konstipasi
dan melancarkan saluran pencernaan. Minuman ini dibuat dari gel yang dihasilkan
oleh lidah buaya.
B. Sebagai penyembuh luka, lidah buaya
membantu untuk mengembalikan jaringan kulit yang luka. Untuk kegunaan ini
biasanya dengan menggunakan gel lidah buaya yaitu bagian berlendir yang
diperoleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan, yang
juga digunakan untuk membantu mengatasi masalah eksternal seperti masalah pada
kulit, mulai dari luka bakar, jerawat hingga masalah kulit akibat gigitan
serangga.
C. Sebagai antioksidan, sehingga dapat
meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu mencegah penyakit degeneratif.
D. Kosmetik.Mengingat kandungannya yang
cukup lengkap, lidah buaya banyak dipergunakan pada berbagai produk kosmetik,
seperti krim, lotion, atau sabun. Kandungan lidah buaya di dalam produk
kosmetik tersebut membantu meningkatkan kadar oksigen yang be'rguna bagi kulit,
membantu menguatkan jaringan kulit sehingga tidak mengendur, serta membantu
mencegahpenuaan dini.
E. Secara tradisional, lidah buaya
digunakan untuk menyuburkan rambut dengan cara memotong daunnya kemudian
mengoleskan getah yang keluar (eksudat) langsung di kulit kepala secara
berkala. Setelah itu baru dibersihkan dan dibilas.
Tanaman lidah buaya mempunyai bentuk
fisik yang elok, tak salah jika banyak orang menanamnya sebagai tanaman hias
penyemarak taman. Kini lidah buaya semakin populer, tak hanya manfaat untuk
kesehatan maupun kecantikan yang terus diteliti. Gel atau daging dari pelepah
daun ternyata juga lezat untuk dikonsumsi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Jadi dari kebiasaan budaya yang
di lakukan dari kasus di atas penanganan dalam luka bakar kurang tepat sebab
odol bisa menyebabkan iritasi kulit karna odol mengandung zat-zat yang kurang
baik bagi kulit, walau pada saat pertama luka bakar di kasi odol rasa nyeri
hilang tetapi efek pada ujung penyembuhan akan menjadikan pemulihan kurang
sempurna. Dan luka bakar harus di sembuhkan dengan obat yang sesuai.
B. SARAN
1. Untuk yang membaca makalah ini
saya ucapkan terimakasi dan saya mengharapkan pemahan konsep dari isi makalah
ini.
2. Setelah membaca makalah ini diharapkan kita
sama-sama bisa memberi tahukan ke pada masyrakat yang masih melakukan kebiasaan
lama.
3. Makalah ini jika ada kekuranagan
pembaca mohon member tambahan dan keritik.
DAFTAR PUSTAKA :
Donna D.Ignatavicius dan
Michael, J. Bayne. (1991). Medical Surgical Nursing. A Nursing Process
Approach. W. B. Saunders Company. Philadelphia. Hal. 357 – 401.
Engram, Barbara. (1998). Rencana
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. volume 2, (terjemahan). Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.
Goodner, Brenda & Roth,
S.L. (1995). Panduan Tindakan Keperawatan Klinik Praktis. Alih bahasa Ni
Luh G. Yasmin Asih. PT EGC. Jakarta.
Guyton & Hall. (1997). Buku
Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Penerbit Buku Kedoketran EGC. Jakarta
Hudak & Gallo. (1997). Keperawatan
Kritis: Pendekatan Holistik. Volume I. Penerbit Buku Kedoketran EGC.
Jakarta.
Long, Barbara C. (1996). Perawatan
Medikal Bedah. Volume I. (terjemahan). Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan
Keperawatan Pajajaran. Bandung.

